Polisi Distribusi Air ke Pulau Kera

id air bersih

Wakapolda NTT Brigjen Pol Victor Manoppo (kiri) memberikan jeringen berisi air kepada salah seorang warga di pulau Kera. (Foto ANTARA/Kornelis Kaha)

"Ini kegiatan Sambang Nusa, programnya Polair. Saya hanya diundang, tetapi ada beberapa kebutuhan sembako yang kita berikan termasuk air bersih untuk masyarakat di pulau itu," kata Brigjen Pol Victor Manoppo.
Kupang (Antara NTT) - Direktorat Kepolisian Air Polda Nusa Tenggara Timur, Jumat, mendistribusi 10 ton air bersih kepada 114 kepala keluarga (KK) di Pulau Kera, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang yang tengah dilanda kesulitan air bersih akibat bencana kekeringan.

"Ini kegiatan Sambang Nusa, programnya Polair. Saya hanya diundang untuk mengikuti saja, tetapi ada beberapa kebutuhan sembako yang kita berikan termasuk air bersih untuk masyarakat di pulau itu," kata Wakapolda NTT Brigjen Pol Victor Manoppo kepada pers di Kupang, Jumat.

Program Sambang Nusa merupakan Program Quick Wins I Polri yang bertujuan mengajak masyarakat untuk mencintai Indonesia dan Pancasila, dengan sasaran kegiatan bagi masyarakat yang berada di pesisir pantai serta jauh dari jangkauan pemerintah dan infrastruktur..

Masyarakat yang bermukim di Pulau Kera, tidak hanya mengalami kesulitan air akibat bencana kekeringan, namun sumber mata air di pulau yang terletak di bibir pantai Kota Kupang itu memang tidak ada sama sekali.

Jika masyarakat di pulau kecil itu hendak mengkonsumsi air, maka mereka terpaksa berlayar ke Pulau Timor untuk membeli air di Kota Kupang.

"Kegiatan Sambang Nusa dan bersilaturahmi dengan masyarakat dari suku Bajo ini juga merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat pesisir untuk menjaga laut dan cinta akan laut," tambahnya.

Direktur Polisi Perairan Polda NTT Kombes Pol Budi Santoso mengatakan kegiatan Sambang Nusa itu sudah dilakukan sebanyak 24 kali selama tahun 2017.

Sejauh ini pulau-pulau terluar juga sudah disambangi oleh Polisi Perairan Polda NTT seperti Rote Ndao, Pulau Sabu serta pulau lainnya yang ada di NTT bahkan sampai Pulau Lembata, sekitar 120 mil dari Kota Kupang.

Menurutnya, selain memberikan bantuan serta mensosialisasikan masalah penangkapan ikan secara ilegal bagi masyarakat pesisir, kegiatan tersebut juga diisi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap upaya menangkal paham-paham radikalisme.

Kombes Budi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme serta rasa cinta Tanah Air kepada masyarakat pesisir.

"Seperti yang dibilang tadi, ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan. Dalam sebulan dua kali kita lakukan. Yang kadang juga kami selingi dengan memberikan materi soal menangkal radikalisme seperti yang kami lakukan di Pulau Semau beberapa waktu lalu," tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Pulau Kera Hamdan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian karena memberikan bantuan berupa air minum yang sulit didapat di pulau itu.

"Kami sangat berterima kasih karena bantuan yang diberikan kepada kami. Tetapi lebih bersyukur karena bapak-bapak kepolisian mau datang melihat kami di pulau kecil ini," katanya menambahkan.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar