Wali Kota Kupang: Kami fokus tata taman kota

id pemkot kupang

Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore ketika melihat kondisi taman Patung Sonbai di jantung Kota Kupang yang terkesan tidak terawat.(ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Pemerintah Kota Kupang mulai fokus melakukan penataan terhadap berbagai taman kota agar menjadi lebih indah dan difungsikan sebagai lokasi berwisata warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore mengatakan, pemerintah kota mulai fokus melakukan penataan terhadap berbagai taman kota agar menjadi lebih indah dan difungsikan sebagai lokasi berwisata warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

"Kami mulai fokus untuk membangun beberapa taman kota agar Kota Kupang menjadi lebih indah seperti diharapkan warga daerah ini," kata Wali Kota Kupang, Jefrison Riwu Kore di Kupang, Jumat (21/6)

Wali Kota Jefrison mengatakan hal itu ketika ditanya terkait upaya pemerintah daerah ini dalam melakukan penataan kawasan perkotaan yang minim dengan fasilitas taman kota ini

Jefrison mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp14 miliar dari APBD II Kota Kupang tahun 2019 untuk membangun beberapa taman kota seperti Taman Kalpataru, Patung Sonbai, Ina Bo'i dan kawasan Taman Tirosa.

Mantan anggota DPR-RI dari Partai Demokrat ini mengatakan pemerintah terus melakukan pembangunan dan penataan taman-taman kota di sejumlah ruang Kota Kupang sebagai upaya untuk memperindah dan mempercantik ibu kota Provinsi NTT ini.

"Proses pembangunan beberapa taman kota itu dilakukan tahun 2019. Apabila sudah selesai dibangun maka Kota Kupang akan menjadi lebih indah. Suasana Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT akan terlihat indah," ujarnya.

Ia mengatakan, kendati kawasan Taman Patung Tirosa masih dalam proses pembangunan, saat ini sudah semakin banyak warga Kota Kupang datang berekreasi bersama keluarga di kawasan itu pada malam hari.

Baca juga: Rp15 miliar untuk bangun taman kota Kupang
Baca juga: Pemkot Kupang bangun taman kota
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar