Belanda bangun fasilitas air bersih di Nagekeo

id kabupaten Nagekeo

Belanda bangun fasilitas air bersih di Nagekeo

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do (ANTARA/ Kornelis Kaha)

Perusahaan air asal Belanda akan menjalin kerja sama dengan kabupaten tersebut untuk membangun fasilitas air bersih mengatasi masalah kekeringan di daerah itu.
Kupang (ANTARA) - Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan bahwa perusahaan air asal Belanda akan menjalin kerja sama dengan kabupaten tersebut untuk membangun fasilitas air bersih mengatasi masalah kekeringan di daerah itu.

"Ada perusahaan dari Belanda beberapa waktu datang bertemu saya dan mengajukan diri untuk membantu mesin yang bisa menarik air dari daerah rendah ke atas," katanya di Nagekeo, Flores, Selasa (22/10).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan peran pemerintah daerah setempat mengatasi masalah kekeringan yang disertai masalah kurangnya air bersih di daerah itu.

Ia mengatakan perusahaan asal Belanda itu akan mengadopsi teknologi dari Prancis yang bisa menarik air dari area terendah ke area pemukiman warga yang tinggi.

"Saya terima saja, saya ingin melihat dulu peralatannya itu bisa naikkan air ke atas atau tidak, kalau tidak maka instalasinya akan kita ambil," tutur dia.

Baca juga: Balai Sungai harapkan lokasi Bendungan Nagekeo segera ditetapkan
Baca juga: Bencana hancurkan sejumlah fasilitas umum di Nagekeo


Ia mengatakan bahwa banyak daerah di kabupaten itu yang memang memiliki banyak sekali mata air, namun sayangnya mata air yang ada tidak bisa digunakan karena minimnya dana untuk membeli peralatan menaikkan air ke pemukiman warga yang tak lain di atas perbukitan.

Salah satu contohnya adalah desa Tedakise, di Kecamatan Aesesa yang warganya harus berjalan turun ke daerah rendah yang ada mata airnya untuk mengambil air.

Perusahaan asal Belanda itu hingga kini kata dia belum mulai bekerja membangun fasilitas air itu, karena akses jalan ke lokasi masih sangat sulit.

"Mereka minta kami agar membuat akses jalan menuju ke lokasi pembuatan mata air, sehingga mereka juga bisa membawa peralatan untuk mulai bekerja," tutur dia.

Masalah kekeringan itu kata dia saat ini memang sudah menyebar di seluruh wilayah kabupaten tersebut, sehingga ia bersikeras akan tetap membangun bendungan Lambo yang hingga kini masih dalam penolakan warga.

Baca juga: Berlari untuk bantu galang dana bangun fasilitas air bersih Nagekeo
Baca juga: Rute Ende-Nagekeo sangat melelahkan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar