Gempa magnitudo 5,2 guncang Alor

id NTT, Kabupaten Alor, BMKG, gempa bumi

Gempa  magnitudo 5,2 guncang Alor

Ilustrasi-Seismograf, alat pencatat getaran gempa bumi. (ANTARA/Dok. LKBN ANTARA Biro NTT)

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Oelamasi II MMI di Kabupaten Kupang, Pulau Timor
Kupang (ANTARA) - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Selasa, namun tidak berrpotensi menimbulkan tsunami, kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Episenter gempa bumi terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada koordinat 7,46 LS dan 125,31 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 119 km arah timur laut Kota Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor, pada kedalaman 434 kilometer, katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa, (19/1).

Ia menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktivitas subduksi di Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Mengenai dampak, Bambang mengatakan guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Oelamasi II MMI di Kabupaten Kupang, Pulau Timor.

Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi.

Baca juga: BMKG imbau waspadai potensi tsunami akibat gempa susulan di Majene

Ia mengimbau masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Baca juga: Gempa Manggarai dipicu aktivitas patahan busur belakang

"Masyarakat juga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar