PD Pasar: Harga kebutuhan pokok normal selama PPKM

id NTT,harga kebutuhan pokok,Kota kupang

PD Pasar: Harga kebutuhan pokok normal selama PPKM

Para pengurus Perusahan Daerah (PD) Pasar dan instansi terkait di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan pemantauan kegiatan perdagangan di Pasar Kasih Naikoten Kupang, Jumat (30/7) (ANTARA/HO- istimewa)

...Harga kebutuhan pokok di tiga pasar di Kota Kupang terpantau normal, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok
Kupang (ANTARA) - Direktur I Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mey Jagi, mengatakan harga kebutuhan pokok di tiga pasar besar di daerah itu terpantau normal selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

"Harga kebutuhan pokok di tiga pasar di Kota Kupang terpantau normal, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok," katanya di Kupang, Sabtu, (31/7).

Ia mengatakan hal itu terkait dengan dampak PPKM terhadap aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional di Kota Kupang.

Dia menjelaskan ada tiga pasar besar di Kota Kupang, yaitu Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oebobo, dan Pasar Fatubesi.

Dia mengatakan sejak PPKM level 4 pada 26 Juli 2021 kegiatan perdagangan di tiga pasar itu berlangsung normal dan suplai kebutuhan pokok tetap terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat Kota Kupang.

Dia mengatakan suplai beberapa kebutuhan pokok masyarakat Kota Kupang, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dan daging pada umumnya didatangkan dari wilayah Kabupaten Kupang maupun Timor Tengah Selatan (TTS).

"Berdasarkan pemantauan pihak PD Pasar tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar selama PPKM level 4 berlangsung, harga kebutuhan pokok masih tetap stabil," kata Mei Jagi.

Baca juga: Pemkot Kupang aktifkan lima pos penyekatan di pintu masuk

Dia mengatakan kegiatan pasar selama PPKM level 4 mulai berlangsung pada pukul 04.00-10.00 Wita dan akan dibuka kembali pukul 16.00-19.00 Wita.

Baca juga: Pemkot Kupang batasi jam operasional supermarket

Pembatasan kegiatan operasional pasar dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan pasar.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021