RS Komodo Labuan Bajo lakukan persiapan hadapi lonjakan COVID-19

id covid-19,labuan bajo,manggarai barata,NTT

RS Komodo Labuan Bajo lakukan persiapan hadapi lonjakan COVID-19

Direktur RSUD Komodo Labuan Bajo dr Melinda Gampar (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

Kita harus siap payung sebelum hujan,"
Labuan Bajo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo menyiapkan berbagai kelengkapan rumah sakit untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19 di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

"Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, rumah sakit akan meningkatkan jumlah tempat tidur perawatan sesuai kondisi di lapangan, termasuk obat-obatan dan oksigen," kata Direktur RSUD Komodo Labuan Bajo dr Melinda Gampar di Labuan Bajo, Rabu (9/2).

RSUD Komodo Labuan Bajo saat ini telah menyiapkan 40 tempat tidur untuk ruang isolasi pasien COVID-19. Selain itu, rumah sakit daerah itu juga menyiapkan 130 tabung oksigen untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pasien COVID-19. Melinda menyebut rumah sakit juga menyiapkan obat-obatan yang mencukupi dan barang habis pakai lainnya seperti reagen laboratorium dan PCR.

Sementara itu Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menegaskan agar rumah sakit menyiapkan segala keperluan yang berkaitan dengan COVID-19 sehingga tidak kewalahan ketika terjadi kenaikan kasus.

Baca juga: Manggarai Barat dapat bantuan alat RT-PCR dari BNPB
Baca juga: Direktur RSUD Komodo optimistis BOR menurun


Weng menerangkan pasien COVID-19 bergejala sedang dan berat akan dirawat di rumah sakit. Sedangkan tempat isolasi terpadu yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten bisa ditempati pasien bergejala ringan atau tanpa gejala. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan hotel menjadi tempat isolasi terpadu bagi pasien COVID-19.

Dia menyebut kesiapan kamar di gedung olahraga yang menjadi salah satu tempat karantina pasien tercukupi. Dari 75 kamar, sekiranya 34 kamar siap dipakai.

"Kita harus siap payung sebelum hujan," tegasnya.

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Kabupaten Manggarai Barat per 8 Februari 2022, terdapat 18 orang pasien positif COVID-19 dengan 2 transmisi lokal dan 16 pelaku perjalanan.

Adapun jumlah pasien yang masih diisolasi sebanyak 77 orang dengan rincian 10 orang di gedung olahraga dan 67 orang menjalani isolasi mandiri di rumah.