BPOLBF ajak lestarikan bahari lewat Festival Maritim

id Bpolbf, boplbf, labuan bajo, manggarai barat, ntt, festival maritim labuan bajo

BPOLBF ajak lestarikan bahari lewat Festival Maritim

Festival Maritim Labuan Bajo berlangsung tanggal 21-23 Oktober 2022 di Kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

Ini adalah event yang digagas dari, oleh, dan untuk masyarakat Labuan Bajo dengan kekuatan dari komunitas yang berkontribusi menjaga kelestarian alam bahari Labuan Bajo...
Labuan Bajo (ANTARA) -
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyelenggarakan Festival Maritim Labuan Bajo/Labuan Bajo Maritim Festival (LBMF) 2022 dengan mengajak komunitas lokal dan masyarakat untuk menjaga kelestarian bahari Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
 
"Ini adalah event yang digagas dari, oleh, dan untuk masyarakat Labuan Bajo dengan kekuatan dari komunitas yang berkontribusi menjaga kelestarian alam bahari Labuan Bajo," kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina di Labuan Bajo, Jumat, (21/10/2022).
 
Festival maritim ini mulai dibuka pada hari ini dan berlangsung sampai 23 Oktober 2022 di Kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo.

Semangat dari festival ini adalah Give Back For Good yang mengajak semua komunitas dan masyarakat untuk memberi kembali kebaikan yang sudah alam sediakan untuk manusia, khususnya dari alam maritim. Dengan demikian, katanya, ada keseimbangan antara alam dan manusia.
 
Shana menjelaskan Festival Maritim Labuan Bajo berangkat dari ide yang dikompetisikan dalam Ideathon Event Floratama yang bertujuan untuk pemulihan sektor pariwisata berbasis event dengan mengaktivasi potensi ekosistem pelaku industri event lokal.
 
"Jadi ada lebih banyak lagi event organizer lokal yang terbentuk dari Labuan Bajo. Supaya mereka bisa menangkap peluang di industri Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition atau sering kita sebut MICE," ucap Shana.
 
Chef Mikael sebagai pemenang ide Festival Maritim Labuan Bajo mengangkat dua konsep dasar pelaksanaan festival yakni konservasi dan komunitas.

Berkaitan dengan konservasi, ada kegiatan Penanaman Koral dan Pengecekan Terumbu Karang yang diinisiasi Komunitas Anak Muda Pulau Rinca. Sekiranya 270 rumah karang ditanam pada area seluas 1.000 meter persegi.
 
Selanjutnya ada kegiatan pembersihan pantai dan pesisir yang melibatkan komunitas peduli lingkungan seperti Trash Hero, Kole Project, Balai Taman Nasional Komodo, dan masyarakat.

Baca juga: Sejumlah musisi dan seniman meriahkan festival Maritim Labuan Bajo
 
Dari sisi komunitas, mereka melibatkan kelompok UMKM di Manggarai Barat, Akunitas yang akan menghadirkan Bazar Maritim dengan berbagai olahan makanan maritim yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Apa pula produk UMKM yang berangkat dari sisi maritim dan dipamerkan dalam festival ini.

Baca juga: Kunjungan wisman ke Ngada naik pada Agustus 2022
 
"Kita berharap ini bisa dilaksanakan setiap tahun, sesuai dengan karakter dan kekuatan Labuan Bajo. Tanpa kita sadari kita hidup di pinggir laut dan banyak hal yang sangat bersifat maritim," katanya bersemangat.