Sandiaga disambut tarian Soka Papak saat tiba di Maumere

id UNO

Sandiaga disambut tarian Soka Papak saat tiba di Maumere

Calon Wakil Presiden No Urut 02 Sandiaga Uno saat tiba di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka di Pulau Flores, NTT, Senin (25/2). (ANTARA Foto/Sigit)

"Saya baru tahu kalau bahasa Sikka untuk emak-emak adalah du'a. Pas banget dengan nomor urut dua. Jadi du'a du'a di sini pas dengan nomor dua," canda Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02 itu. 
Maumere (ANTARA News NTT) - Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno tiba di Bandara Udara Frans Seda Maumere di ibu kota Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT dalam penerbangan dari Makassar pukul 07:45 WITA, Senin (25/2/2019).  

Mengenakan baju biru dan celana hitam, calon Wakil Presiden nomor urut 02 yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam pelaminan politik lima tahunan pada Pilpres 17 April 2019 ini disambut dengan tarian Soka Papak, tari pengawalan atau tari penyambutan. 

Tarian ini sejak zaman kerajaan dulu digunakan untuk menyambut raja atau ratu yang datang mengunjungi daerah-daerah di wilayah Kabupaten Sikka. 

Perempuan dari berbagai usia, mengenakan baju Ungu dengan kain tenun khas Maumere sambil memegang potongan kayu di kedua tangannya, dengan ujung asesoris dari bulu kuda. 

Sandi memperhatikan tarian dengan musik Maumere itu. Sesekali para penari mengeluarkan suara-suara pemompa semangat. 

"Ini kekayaan budaya yang harus diapresiasi. Indonesia begitu kaya dan beragam. Ini harus  dijaga. Ini yang kita sebut dengan glokal, berfikir goal dengan kearifan lokal," ucapnya. 

Menurut Sandi, tarian unik Soka Papak bisa menyerap lapangan kerja. "Luar biasa kayanya Indonesia dengan budanyanya. Ini kekuatan untuk meyerap lapangan kerja dan selalu belajar dengan kearifan lokal. Ini harus terus kita jaga. Warisan budaya leluhur yang membuat Indonesia unik,” ucap Sandi. 

Baca juga: Pemerintah Persiapkan UKMK Sambut "Cruise Liner"

Sandi akan berada di Maumere untuk bertemu dengan masyarakat UMKM, nelayan dan pengenalan OK OCE.

Agnes, salah seorang ibu rumah tangga di Maumere berharap produksi abon ikan tuna produksinya dibantu dalam.hal pemasaran dan permodalan agar usaha kecilnya naik kelas. 

Hal ini disampaikan Agnes saat berdialog dengan Sandiaga Salahuddin Uno di acara pelatihan OK OCE emak-emak dan pelaku UMKM binaan Rumah Aspirasi Pius Lustrilanang di Jalan Ahmad Yani, Nangameting, Alok Timur, Kabupaten Sikka. 

"Jadi kami berharap pak, usaha kami dibantu. Produk ini pernah jadi juara dua nasional sebagai salah satu produk terbaik UMKM. Permasalahan kami sekarang adalah bagaimana mengembangkan pemasaran agar abon ini bisa lebih banyak dikonsumsi," tanya Agnes.

Sebelum.menjawab pertanyaan, Sandi menyempatkan untuk menyapa para emak-emak ini. 
"Saya baru tahu kalau bahasa Sikka untuk emak-emak adalah du'a. Pas banget dengan nomor urut dua. Jadi du'a du'a di sini pas dengan nomor dua," canda calon wakil presiden nomor urut 02 ini. 

Namun Sandi menambahkan dia tidak ingin bicara politik di sini. Tapi lebih pada pemberdayaan ekonomi melalui OK OCE. Karena menurutnya menang atau kalah sudah tertulis. Tapi terpenting adalah meningkatkan gerak ekonomi masyarakat Maumere. 

Menurut Sandi, OK OCE adalah salah satu yang mampu menurunkan pengangguran di DKI Jakarta sebanyak 20 ribu orang dan menciptakan 66.550 UMKM.baru.

Menurut Sandi dia akan membawa OK OCE ke level nasional, karena mampu menghadirkan lapangan pekerjaan baru dan mencetak pengusaha pemula baru. 

"Contoh konkretnya program OK OCE di Jakarta. Timbuh UMKM baru dan pengangguran DKI turun," kata Sandi. 

“Jadi Bu Agnes, usaha ibu akan dibantu oleh OK OCE.  Program yang sudah kami jalankan saat masih di DKI. Saya semgaja membawa Pak Victor Aritonang oengurus OK OCE nasional yang akan memberikan pelatihan, permodaan, perijinan hingga pemasaran, sehingga udaha Ibu Agnes akan lebih besar lagi,” ucap Sandi.

Baca juga: Pertumbuhan UKMK di kota Kupang menggembirakan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar