Puluhan UKM hasilkan kerajinan tangan berkualitas

id LKP

Puluhan UKM hasilkan kerajinan tangan berkualitas

Hasil kerajinan tangan UKM di Kota Kupang yang dijajakan LKP Nice Handycraft. (ANTARA FOTO/Katrin LB)

Sebuah lembaga kursus dan pelatihan (LKP) di Kota Kupang melatih kurang lebih 20 UKMdi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menghasilkan kerajinan tangan yang berkualitas.
Kupang (ANTARA) - Sebuah lembaga kursus dan pelatihan (LKP) di Kota Kupang melatih kurang lebih 20 usaha kecil dan menengah (UKM) di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menghasilkan kerajinan tangan yang berkualitas.

Pimpinan LKP Nice Handycraft Nining Estiningsih yang ditemui ANTARA di Kupang, Rabu (9/10) mengatakan bahwa saat ini sudah banyak kerajinan tangan yang dihasilkan oleh UKM yang dilatih oleh lembaga swasta tersebut.

"Hasil pelatihan yang diberikan oleh kami dijajakan di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Kupang, seperti Lippo Plaza Mal dan Transmart Kupang," katanya.

Aneka kerajinan tangan hasil pelatihan LKP yang dijajakan di pusat perbelanjaan, antara lain tas, dompet, kalung, anting, gelang, dan gantungan kunci.

Nining menceritakan pada awalnya saat pembukaan LKP pada tahun 2008, pihaknya hanya membantu melatih UKM yang ada di Kupang saja, namun saat ini lokasi sudah menyebar ke beberapa daerah di NTT.

Baca juga: Jamkrindo jamin 28.000 debitur UMKM
Baca juga: UMKM didorong lakukan transaksi perdagangan secara online


"Saat ini kami sudah memberikan kursus dan pelatihan untuk kelompok UKM di beberapa wilayah, misalnya Larantuka, Sumba, Malaka, dan Kupang", lanjut Nining.

Ia bersyukur karena niatnya yang awalnya hanya untuk bersenang-senang membuat kerajinan tangan kini justru ia bisa membagikan ilmu yang dimilikinya untuk orang lain.

Nining mengatakan bahwa setiap bulannya, omzet yang dihasilkan oleh LKP miliknya itu berkisar antara Rp20 juta - Rp25 juta yang dihasilkan melalui penjualan hasil kerajinan tangan para UKM.

Meski pun demikian, Nining mengaku bahwa semakin menjamurnya UKM yang memproduksi hasil kerajinan tangan turut mempengaruhi persaingan di pasaran.

"Semakin banyak yang kami latih, semakin banyak yang berkembang. Kami senang, meski pun kami menyadari bahwa ini menjadi tantangan untuk Nice Handycraft ke depan. Maka dari itu, kami dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam menghasilkan produk yang diminati masyarakat", tambah Nining.

Nining dan kawan-kawan juga mulai memperluas jaringan penjualan hasil kerajinan tangan ke dunia daring, dengan memasarkan produk-produk mereka melalui Tokopedia dan Instagram.

Nining berharap agar ke depanny, LKP Nice Handycraft dapat berkembang menjadi tempat wisata edukasi bagi siapa saja yang hendak belajar, hingga melakukan penelitian. "Kami ingin jadi wisata edukasi. Dan siapa saja yang ingin belajar, silakan datang ke kami," ujar dia.

Baca juga: BI NTT dorong UMKM bertransaksi secara online
Baca juga: Izin UMKM akan digratiskan Pemkot Kupang
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar