Bank NTT Gelar RUPS 11 Agustus

id RUPS

Bank NTT Gelar RUPS 11 Agustus

Piet Jemadu

Bank NTT akan menggelar RUPS pada 11 Agustus 2017 di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka untuk membahas pergantian para direksi dan komisaris di bank milik pemerintah daerah itu.
Kupang (Antara NTT) - Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 11 Agustus 2017 di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka untuk membahas pergantian para direksi dan komisaris di bank milik pemerintah daerah itu.

"Rencananya RUPS tanggal 11 Agustus di Maumere, Pulau Flores untuk memilih direksi dan komisaris," kata Komisaris Independen Bank NTT Piet Jemadu kepada Antara di Kupang, Kamis.

Dia mengatakan, setelah RUPS di Maumere memilih calon direksi dan komisaris, nama-nama itu akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan seleksi dan ditetapkan.

Dalam proses seleksi itu, kata dia, bisa saja nama-nama yang ditetapkan dalam RUPS itu tidak lolos atau tidak memenuhi syarat menjadi direksi atau komisaris sehingga harus diajukan ulang.

Dewan Komisaris Bank NTT saat ini, yakni Frans Salem sebagai Komisaris Utama, Piet Jemadu dan Fred Benu sebagai komisaris independen.

Sementara direksi saat ini dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Eduard Bria Seran, Direktur Umum Adrianus Ceme, Direktur Pemasaran Kredit Absalom Sine dan Direktur Kepatuhan Tommy Ndolu.

Dari empat anggota direksi, dua diantaranya sudah memasuki usia pensiun, yakni Adrianus Ceme dan Tommy Ndolu.

Komisaris Utama Bank NTT Frans Salem yang dihubungi terpisah mengakui Bank NTT akan menggelar RUPS pada 11 Agustus di Maumere untuk memilih direksi dan komisaris baru.

Menurut dia, proses pergantian jabatan direksi dan komisarir memang sudah harus mulai dilakukan, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum penetapan direksi dan komisaris.

"Perhitungan kami, kalau proses pengisian jabatan di Bank NTT dimulai pada bulan Agustus, maka paling lambat Oktober atau November sudah bisa ditetapkan dan pada Desember 2017 tinggal lakukan pengukuhan," katanya.

Dia mengatakan, jika proses pengisian dilakukan pada bulan September, maka dikuatirkan akan terjadi kelambatan dalam penetapan calon direksi dan komisaris dari Otoritas Jasa Keuangan, dan bisa terjadi kevakuman direksi dan komisaris di Bank NTT.

"Prinsipnya, percepatan RUPS ini sebagai langkah antisipasi, karena proses rekruitmen direksi membutuhkan waktu beberapa bulan," katanya.