Ratusan ekor ternak babi di Flores Timur mati mendadak

id NTT,Kabupaten Flores Timur,Pulau Adonara,Kecamatan Ile Boleng,demam babi afrika,ternak babi

Ratusan ekor ternak babi di Flores Timur mati mendadak

Ilustrasi - Sejumlah babi yang mati akibat terserang penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-Dinas Pertanian Kabupaten Sikka)

Benar, banyak ternak babi warga yang mati mendadak belakangan ini karena diserang penyakit yang gejalanya menyerupai serangan virus demam babi Afrika
Kupang (ANTARA) - Ratusan ekor babi yang diternak warga Kecamatan Ile Boleng di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan mati mendadak diduga akibat terserang virus demam babi Afrika (african swine fever).

"Benar, banyak ternak babi warga yang mati mendadak belakangan ini karena diserang penyakit yang gejalanya menyerupai serangan virus demam babi Afrika," kata Camat Ile Boleng Yonas Sapakoly ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu, (9/1).

Ia mengatakan jumlah ternak babi yang mati mendadak diperkirakan sudah lebih dari 200 ekor yang tersebar di desa-desa Ile Boleng yang lebih dominan di Desa Beda Lewun dan Desa Lewopao.

Yonas mengatakan kondisi serangan penyakit ternak ini sangat memprihatinkan karena merugikan warga yang selama ini memelihara ternak babi untuk menunjang kebutuhan hidupnya.

Mengenai upaya penanganan, Yonas mengatakan sejumlah petugas dari dinas terkait di kabupaten sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan, salah satunya dengan penyuntikan ternak.

"Penyakit yang menyerang babi ini memang diduga karena virus demam babi Afrika karena gejalanya mirip seperti tubuh ternak yang berwarna merah," katanya.

Baca juga: Artikel - Menahan laju penyebaran virus ASF di NTT

Baca juga: Puluhan ribu ternak babi di NTT mati terserang virus ASF


Ia mengatakan pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada warga atau peternak agar ketika ada ternaknya yang mati mendadak lagi maka langsung menghubungi pihak desa untuk diteruskan ke kabupaten.

"Kita juga meminta warga agar kalau ada ternaknya yang mati maka dikubur, jangan dibuang ke pantai atau laut," katanya.

Yonas juga mengimbau agar warga peternak juga memperhatikan kondisi pakan maupun kandang agar tetap higienis sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar