BMKG : Waspadai gelombang tinggi di perairan NTT

id NTT,Stasiun Meteorologi Matirim Tenau,BMKG,perairan NTT,gelombang tinggi

BMKG :  Waspadai gelombang tinggi di perairan NTT

Ilustrasi -Warga menyaksikan gelombang tinggi di pesisir pantai Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

...Gelombang laut dengan ketinggian 1,25 meter hingga 2,5 meter terjadi di sebagian perairan NTT yang berisiko tinggi terhadap perahu nelayan
Kupang (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan agar mewaspadai gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.

"Gelombang laut dengan ketinggian 1,25 meter hingga 2,5 meter terjadi di sebagian perairan NTT yang berisiko tinggi terhadap perahu nelayan, termasuk juga kapal tongkang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Syaiful Hadi di Kupang, Sabtu  (10/7).

Ia menyebut gelombang tinggi terjadi di sejumlah titik perairan NTT, di antaranya perairan utara Pulau Flores, Selat Sumba bagian timur, Selat Alor dan Pantar. Selain itu, Selat Ombai, perairan utara dan selatan Kupang dan Rote Ndao, serta Selat Wetar.

Kondisi gelombang tinggi ini diprakirakan berlangsung pada 11-13 Juli 2021. Sedangkan kondisi sinoptik angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 2-6 Skala Beaufort.

Dengan kondisi ini, kata dia, para nelayan di NTT yang melaut dengan perahu motor perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Syaiful Hadi mengatakan gelombang tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter juga terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sabu Raijua dan Sumba, perairan selatan Kupang dan Rote Ndao.

"Kondisi ini juga perlu diwaspadai, karena berisiko tinggi terhadap pelayaran kapal fery antardaerah," katanya.


Baca juga: BMKG sebut 13 daerah di NTT berstatus awas kekeringan meteorologis

Baca juga: BMKG : NTT mengalami hari tanpa hujan kategori sangat panjang
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar