Perguruan tinggi perlu dilibatkan dalam pembangun peternakan

id ternak

NTT mengirim 500 ekor ternak sapi ke Samarinda, Kalimantan Timur pada saat Idul Adha 1439 H dengan KM Camara Nusantara 5 dari Pelabuhan Tenau Kupang. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

"Jika ingin sektor peternakan di NTT bangkit, perlu ada pelibatan perguruan tinggi (Fakultas Peternakan) untuk membantu pemerintah," kata Gustaf Oematan.
Kupang (AntaraNews NTT) - Dekan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur Ir Gustaf Oematan, MSi mengatakan perguruan tinggi perlu dilibatkan dalam pembangunan sektor peternakan di daerah ini.

"Jika ingin sektor peternakan di NTT bangkit, perlu ada pelibatan perguruan tinggi (Fakultas Peternakan) untuk membantu pemerintah," katanya kepada Antara di Kupang, Jumat (14/9), berkaitan dengan tekad pemerintah Provinsi NTT untuk meningkatkan produksi ternak.

Menurut dia, Fakultas Peternakan Undana siap berkolaborasi dengan Pemerintah NTT untuk membangun sektor peternakan di daerah itu ke arah yang lebih baik. "Kami bisa membantu pemerintah dalam menyiapkan pakan berkualitas, bibit dan pengendalian kesehatan hewan sesuai dengan keahlian," ujarnya.

Gustaf Oematan mengatakan Fakultas Peternakan Undana siap membantu membenahi managemen pakan, bibit, reproduksi dan kesehatan jika pemerintah sungguh-sungguh ingin meningkatkan produksi peternakan di daerah ini.

Dia mengatakan, hanya dengan managemen yang baik, tekad Pemerintah NTT untuk meningkatkan produksi peternakan di daerah itu bisa berhasil, dan bermanfaat bagi pemerintah dan rakyat daerah ini.

Viktor Bungtilu Laiskodat setelah dilantik menjadi Gubernur NTT oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/9), mengatakan akan memberi prioritas pada produksi hasil peternakan sebagai komoditas unggulan NTT, dalam 100 hari masa pemerintahannya.

Baca juga: NTT perlu perbaiki hijauan pakan ternak

Menurut Gustaf, tekad tersebut perlu diapresiasi karena sektor peternakan merupakan salah satu kontributor pendapatan asli daerah (PAD), dan aspek penting untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta perbaikan stunting dan gizi buruk.

Hanya saja, kata dia, hal yang perlu dipikirkan oleh pemerintah adalah perlu adanya revitalisasi sektor pertenakan dari hulu hingga hilir dan para peternak.

Menurut dia, aspek utama yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah adalah pakan, bibit, reproduksi, pengendalian kesehatan/penyakit, dan keamanan.

Investor peternakan
Sementara itu, pengamat masalah peternakan lainnya dari Undana Kupang Stefanus Tani Temu berpendapat NTT membutuhkan investor untuk budidaya ternak di daerah itu mengingat saat ini produksi ternak di provinsi berbasis kepulauan itu belum menggembirakan.

"Kita butuh investor untuk pembudidayaan ternak di NTT. Pasalnya setiap tahun jumlah ternak kita tidak terlalu bagus meningkat," katanya dan menambahkan investor di sektor peternakan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi ternak.

Menurut Stefanus, para investor nanti yang akan menyiapkan semuanya mulai dari pakan ternak serta lahan khusus untuk proses budidaya ternak itu. "Yang pasti pemerintah daerah tidak perlu memikirkan pakan ternak, karena pastinya segala sesuatu sudah disiapkan," tuturnya.

Dosen peternakan pada Fakultas Peternakan Undana Kupang itu menambahkan jika ingin menjadikan NTT sebagai provinsi ternak dan kembali sebagai gudang ternak nasional maka pakan ternak harus diutamakan terlebih dahulu, sebelum usaha pembudidayaan ternak.

Baca juga: Pengamat: Produksi ternak di NTT belum menggembirakan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar