Bupati Kupang ajak masyarakat jaga toleransi

id Bupati

Bupati Kupang ajak masyarakat jaga toleransi

Bupati Kupang Ayub Titu Eki sedang memberikan keterangan pers. (ANTARA Foto/Benny Jahang)

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi serta keamanan dan ketertiban selama umat muslim menjalankan puasa di bulan Ramadhan.
Kupang (AntaraNews NTT) - Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi serta keamanan dan ketertiban selama umat muslim menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

"Masyarakat Kabupaten Kupang harus menjaga keamanan daerah ini dengan baik. Harus tetap menjaga hubungan harmonis yang telah terbina secara baik selama ini," kata Ayub Titu Eki di Kupang, Sabtu (26/5), terkait pelaksanaan puasa di bulan suci Ramadhan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat Kabupaten Kupang, kata dia, membutuhkan kebersamaan dalam mengejar ketertinggalan agar segera keluar dari lilitan kemiskinan. "Menjaga kerukunan hidup beragama yang harmonis merupakan salah satu aspek penting dalam mempercepat pembangunan yang dilakukan pemerintah," katanya.

Ayub menambahkan, pembangunan daerah yang memiliki banyak warga miskin seperti di Kabupaten Kupang membutuhkan dukungan keamanan yang kondusif dan kebersamaan.

"Saya minta umat Kristen di Kabupaten Kupang harus tetap menjaga keamanan,ketertiban agar ibadah puasa yang sedang dilaksanakan umat muslim berlangsung aman dan tertib sehingga umat muslim bisa menyelesaikan ibadah puasa dengan suka cita," kata Ayub.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI-AU (Danlaud) El Tari Kupang, Kolonel (Pnb) Arief Hartono memuji tingginya rasa toleransi umat beragama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saya sangat memuji rasa toleransi antar umat beragama di NTT yang sangat tinggi, sekalipun baru tiga minggu berada di Kupang namun sangat nyaman dan terlihat adanya hubungan yang harmonis antarumat beragama di daerah ini," tegasnya.

Baca juga: Komnas HAM Apresiasi Pembentukan Kampung Toleransi
Baca juga: NTT Terus Menjaga Toleransi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar