BPBD NTT imbau masyarakat waspadai dampak kekeringan

id kekeringan,bpbd,ntt,kemarau

BPBD NTT imbau masyarakat waspadai dampak kekeringan

Ilustrasi - Lahan kering di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT. ANTARA/Fransiska Mariana Nuka

BMKG sudah menyampaikan bahwa semua zona musim di NTT sudah 100 persen masuk musim kemarau dan sedang bergerak ke puncak musim kemarau...
Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak kekeringan pada musim kemarau saat ini.

"BMKG sudah menyampaikan bahwa semua zona musim di NTT sudah 100 persen masuk musim kemarau dan sedang bergerak ke puncak musim kemarau, dan dampaknya itu bisa terjadi kekeringan meteorologis," kata Kepala Pelaksana BPBD NTT Ambrosius Kodo dari Kupang, Jumat, (25/8/2023).

Sebagaimana peringatan dini dari BMKG, musim kemarau di NTT berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih, serta meningkatnya potensi terjadinya kebakaran.

Menyikapi hal tersebut, Ambrosius mengimbau masyarakat agar menghemat pemakaian air bersih.

"Kami meminta masyarakat agar memakai air sesuai kebutuhan dan tidak membuang-buang air untuk hal yang tidak terlalu penting," katanya.

Terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan, Ambrosius berpesan kepada para perokok agar memastikan api dari puntung rokok telah padam sebelum dibuang.

Sedangkan bagi para petani yang hendak membuka lahan pertanian, dia berpesan agar memperhatikan hal-hal yang tidak menyebabkan terjadinya kebakaran.

Baca juga: Pemkab TTU sebut persediaan air bagi pertanian mencukupi

Untuk mengantisipasi berbagai dampak dari kekeringan, BPBD di setiap daerah telah melakukan berbagai upaya.

Baca juga: Korinus ingatkan masyarakat menjaga kelestarian air

Pemerintah Provinsi NTT pun telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sehingga adanya pantauan dan analisa berkelanjutan untuk mengambil langkah strategis ke depan.

"Kami terus memantau, teristimewa dampak langsung terhadap kesulitan akses air bersih," ucapnya.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD NTT imbau masyarakat waspada dampak kekeringan