REI NTT targetkan bangun 15.000 unit rumah

id REI NTT

REI NTT targetkan bangun 15.000 unit rumah

Ketua DPD REI NTT Boby Pitoby (ANTARA FOTO/ Kornelis Kaha)

DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur menargetkan akan membangun 15.000 unit rumah bersubsidi dalam tiga tahun ke depan di provinsi berbasis kepulauan ini
Kupang (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan akan membangun 15.000 unit rumah bersubsidi dalam tiga tahun ke depan di provinsi berbasis kepulauan ini

"Selama tiga tahun terakhir sejak tahun 2016-2019 REI NTT sudah membangun 10 ribu unit rumah bersubsidi. Untuk tiga tahun ke depan kita targetkan akan bangun 15.000 unit rumah," kata Ketua DPD REI NTT Boby Pitoby kepada wartawan di Kupang, Kamis (7/11).

Hal ini disampaikannya usai dirinya kembali terpilih menjadi ketua DPD REI NTT untuk periode 2019-2022, dalam acara musyawarah daerah (Musda) DPD REI NTT yang dihadiri kurang lebih 76 perusahaan di NTT.

Boby mengatakan bahwa target 15.000 rumah bersubisidi itu harus bisa dipenuhi selama tiga tahun kedepan, karena kebutuhan akan perubahan bersubsidi di provinsi berbasis kepulauan itu masih sangat besar.

"Saat ini kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dan kebutuhan masyarakat (backlog) di NTT masih sangat besar, yakni 90.538 unit. Oleh karena itu kita akan bekerja keras agar ini bisa terwujud semua," tambah dia.

Baca juga: Dalam 3 tahun, REI NTT bangun 10.000 unit rumah
Baca juga: Bobby Pitoby akan kembali memimpin REI NTT


Menurut dia untuk bisa memperkecil backlog itu diperlukan kerja sama tidak hanya oleh REI NTT tetapi juga diperlukan bantuan dari pemerintah daerah.

Ia mengatakan target itu bisa terpenuhi jika Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bisa diringankan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tidak hanya di Kota Kupang tetapi di seluruh wilayah NTT.

"Seperti kita ketahui bahwa BPHTB Ini menjadi salah satu masalah atau kendala besar bagi masyarakat di NTT yang ingin mendapatkan rumah bersubsidi," tambah dia.

Ia mengatakan bahwa DPD REI NTT tetap berjuang agar masalah BPHTB Ini harus selesai, tidak hanya di Kota Kupang tetapi juga di 22 kabupaten Kota di NTT.

"Seperti kita ketahui bahwa BPHTB, menjadi salah satu kendala besar, bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Selain komponen-komponen uang muka ada beberapa komponen-komponen lain yang harus dikumpulkan oleh masyarakat untuk memiliki suatu rumah," tambahnya.

Sehingga selain uang muka ada biaya proses di Bank, tetapi biaya terbesar kata dia adalah BPHTB yang sangat memberatkan masyarakat.

Iapun optimis target tersebut bisa tertercapai selama tiga tahun kedepan, asalkan Pemda dapat membantu masa;ah BPHTB tersebut.

Baca juga: REI NTT targetkan 250 unit rumah terjual
Baca juga: Expo REI NTT hanya menjual 199 unit rumah subsidi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar