Bupati Langoday imbau warga sekitar kali waspada banjir lahar hujan

id NTT,Kabupaten Lembata,waspada bencana,banjir lahar dingin

Bupati Langoday imbau warga sekitar kali waspada banjir lahar hujan

Bupati Lembata Thomas Ola Langodai. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

...Untuk masyarakat di daerah-daerah rawan bencana juga kita minta agar bersedia ketika kami mobilisasi ke tempat-tempat yang aman
Kupang (ANTARA) - Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mengimbau warga setempat yang bermukim di sekitar jalur kali agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok.

"Khusus bagi warga di sekitar jalur kali memang perlu kewaspadaan tinggi karena beberapa jalur kali yang sebelumnya sudah dinormalisasi telah tertutup material banjir lahar dingin (lahar hujan, red.)," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, (22/11).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan ancaman bencana banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata dan langkah mitigasi yang perlu dilakukan masyarakat.

Thomas Ola mengatakan banjir lahar hujan pada Jumat (12/11) membawa material yang menutup sejumlah jalur kali, seperti di Desa Aulesa, Desa Amakaka, serta antara Desa Lamagute dan Desa Napasabok.

"Jalur-jalur kali ini sudah dinormalisasi bahkan di Desa Amakaka itu sudah cukup bagus tetapi ternyata kondisinya tidak bisa lagi karena tertutup material banjir," katanya.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat di daerah rawan bencana ini agar meningkatkan kewaspadaan karena ketika terjadi banjir lahar hujan lagi maka bisa masuk ke area pemukiman.

Berdasarkan informasi dari petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, kata dia, banjir lahar hujan berpotensi terjadi lagi pada hari-hari ke depan ketika terjadi hujan yang berlangsung lama dengan intensitas tinggi.

Lebih lanjut Thomas Ola mengatakan pemerintahannya telah mengambil langkah antisipasi berupa evakuasi warga Desa Lamawolo dan Desa Waimatan yang saat ini menempati hunian-hunian sementara di Kota Lewoleba.

Selain itu, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, dan tim untuk siaga di tempat agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memobilisasi masyarakat, maka siap melakukannya.

"Untuk masyarakat di daerah-daerah rawan bencana juga kita minta agar bersedia ketika kami mobilisasi ke tempat-tempat yang aman," katanya.

Baca juga: Gunung Ili Lewotolok erupsi

Baca juga: Pemkab Lembata verifikasi penerima bansos berbasis NIK
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2022