Kasus baru COVID di NTT bertambah delapan jadi 402 orang

id ntt,kupang,Covid

Kasus baru COVID di NTT bertambah delapan jadi 402 orang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Meserasi Ataupah (Antara/ Benny Jahang)

Empat kasus baru di Kota Kupang itu merupakan kasus baru COVID-19 dari transmisi lokal, ada kecendrungan kasus transmisi lokal yang terus meningkat di daerah itu
Kupang (ANTARA) - Kasus baru COVID-19 di Nusa Tenggara Timur bertambah delapan kasus sehingga jumlahnya meningkat menjadi 402 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dr. Meserasi Ataupah ketika dihubungi ANTARA di Kupang, Sabtu, (26/9) mengatakan delapan kasus baru itu diketahui melalui pemeriksaan terhadap 188 sampel swab yang dilakukan tim medis di laboratorium PVR RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang.

Sesuai hasil pemeriksaan itu diketahui ada delapan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 merupakan swab rujukan dari dua daerah yaitu Kota Kupang enam kasus positif COVID-19 terdiri dari empat orang transmisi lokal merupakan pasien berumur 9 tahun, 27 tahun, 47 tahun dan 59 tahun serta satu pelaku perjalanan dari Denpasar berumur 59 tahun.

"Empat kasus baru di Kota Kupang itu merupakan kasus baru COVID-19 dari transmisi lokal, ada kecendrungan kasus transmisi lokal yang terus meningkat di daerah itu,"tegasnya.

Sementara itu dua kasus lainnya berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan pelaku perjalanan dari Denpasar.

Ia mengatakan jumlah kasus positf COVID-19 di NTT secara akumulatif sudah mencapai 402 orang dengan jumlah pasien sembuh 250 orang serta yang masih dirawat dan karantina sebanyak 146 orang dan enam orang meninggal dunia akibat COVID-19. 

Baca juga: Pasien Corona sembuh di NTT mencapai 250 orang

Baca juga: RSUD Johannes bantah ruangan untuk pasien Corona penuh


Meserasi mengingat seluruh warga agar semakin ketat menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan usai beraktifitas di luar rumah.
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar