Sabu Raijua kehabisan stok vaksin COVID-19

id vaksinasi,sabu raijua

Sabu Raijua kehabisan stok vaksin COVID-19

Penjabat Bupati Sabu Raijua Doris Rihi (dua dari kiri) sedang menerima bantuan bencana alam Seroja disaksikan Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kanan) (ANTARA/HO-Nelson Lay Lado)

...pelaksanaan vaksinasi di daerah itu berjalan aman dan lancar. Tidak ada masalah karena warga tidak keberatan untuk memperoleh vaksinasi
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan menghentikan sementara pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi warga daerah itu karena kehabisan stok vaksin.

Penjabat Bupati Sabu Raijua Doris Rihi yang dikonfirmasi ANTARA melalui pesan WhatsApp dari Kupang, Senin, (7/6) mengakui pelaksanaan vaksinasi dihentikan sementara karena masih menunggu pengiriman vaksin.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah, guna mendukung target nasional satu juta dosis per hari.

"Proses pelaksanaan vaksinasi di daerah itu berjalan aman dan lancar. Tidak ada masalah karena warga tidak keberatan untuk memperoleh vaksinasi," katanya.

Hanya saja, sementara ini stok vaksinnya kosong, sehingga pelaksanaan vaksinasi belum dapat dilanjutkan, katanya menambahkan.

Baca juga: Anggaran untuk PSU Pilkada Sabu Raijua capai Rp5,3 miliar

Pemerintah kata dia telah mengajukan permohonan penambahan stok dosis vaksin untuk daerah itu kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi.

Dia berharap, vaksin untuk daerah itu dapat segera dikirim agar proses pelaksanaan vaksinasi dapat dilanjutkan.

Baca juga: PDUI-FAM bantu korban badai Seroja di Sabu Raijua
Baca juga: Menko PMK: Segera evakuasi kapal karam di Sabu Raijua


Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT menunjukkan, hingga Rabu, (2/6), Kabupaten Sabu Raijua memiliki 342 kasus positif terkonfirmasi COVID-19.

Dari jumlah tersebut, 318 orang sudah dinyatakan sembuh, 5 orang masih dirawat dan enam orang meninggal dunia.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021