REI usulkan perlu ada wamen perumahan di Kementerian PUPR

id REI

REI usulkan perlu ada wamen perumahan di Kementerian PUPR

Sekjen DPP REI Paulus Totok Lusida (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).

REI mengusulkan kepada pemerintah untuk menambah wakil menteri (wamen) bidang properti atau perumahan dalam struktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kupang (ANTARA) - Real Estat Indonesia (REI) mengusulkan kepada pemerintah untuk menambah wakil menteri (wamen) bidang properti atau perumahan dalam struktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sekjen REI Paulus Totok Lusida kepada ANTARA di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (8/11), mengatakan saat ini memang sudah ada wakil menteri PUPR, namun  hanya khusus untuk bidang infrastruktur.

"Sudah ada memang. Tetapi khusus perumahan belum ada. Yang ada hanya untuk infrastruktur," kata Totok yang juga adalah seorang calon Ketua Umum REI itu.

Totok menambahkan bahwa jika tak ada wakil menteri khusus di bidang perumahan diyakini sulit untuk melakukan koordinasi terkait pembangunan perumahan khususnya untuk menyukseskan program pemerintah soal perumahan rakyat.

Menurut dia, keberadaan wamen khusus perumahan akan membantu karena mampu berkoordinasi dengan kementerian lain seperti pertahanan, kehutanan dan kementerian lain yang memang berkaitan dengan pembangunan perumahan.

Baca juga: Boby Pitoby kembali terpilih jadi Ketua DPD REI NTT
Baca juga: REI NTT targetkan bangun 15.000 unit rumah


"Kalau menurut saya yang paling ideal itu adalah wakil menteri khusus perumahan itu harus bisa memahami tujuh pilar seperti perizinan, perbankan, sertifikat tanah, tata ruang, pembiayaan serta perpajakan," tuturnya.

Ia menyatakan bahwa masalah tanah sangat penting sehingga jika sudah dibangun perumahan, jangan sampai tiba-tiba pihak kehutanan menyebutkan bahwa lahan yang dibangun perumahan itu adalah kawasan hutan lindung.

Keberadaan wamen khusus perumahan kata dia sangat dibutuhkan mengingat saat ini berbagai masalah sedang menimpa kelanjutan pembangunan perumahan di Indonesia.

Salah satunya adalah soal habisnya kuota rumah bersubsidi bagi masyarakat. Keberadaan wamen khusus perumahan sudah pasti akan membantu membahas hal tersebut agar bisa lancar kembali kuota untuk pembangunan rumah bersubsidi.

Totok yang datang ke NTT untuk menghadiri Musda VIII REI NTT itu juga menambahkan bahwa sudah membicarakan hal tersebut dengan beberapa menteri salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Saya sudah bicarakan hal ini dengan beberapa menteri dan kami berharap bisa segera ada wamen khusus perumahan," tambah dia.

Baca juga: REI sudah bangun 300.000 unit rumah layak huni
Baca juga: Dalam 3 tahun, REI NTT bangun 10.000 unit rumah
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar